Pembuatan Kerajinan Tenun

Pada tanggal 3 September 2020 telah dilaksanakan Pelatihan Diversifikasi Produk Tenun di Pulau Liukang Loe. Pelatihan diberikan oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Institut Teknologi Bandung (LPPM-ITB) yang dipimpin oleh Dr. Ira Adriati Winarno. Pelatihan diikuti oleh para perajin kerajinan dari Pulau Liukang Loe, yang berjumlah sekitar 20 orang.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan ide-ide desain kerajinan kepada peserta pelatihan, serta memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai cara pemasaran produk kerajinan. Ide desain yang diberikan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di Pulau Liukang Loe, yaitu kain tenun, kayu, dan kerang.
Pada pelatihan ini, Tim LPPM-ITB menyerahkan satu unit mesin jahit listrik kepada kelompok perajin di Liukang Loe sebagai bentuk dukungan LPPM-ITB terhadap pengembangan kemampuan perajin di Liukang Loe.Pembuatan tenun merupakan salah satu atraksi wisata di Desa Bira, termasuk di Pulau Liukang Loe. Pembuatan tenun banyak dilakukan oleh wanita Bira di bawah rumah panggung mereka. Tenun yang mereka hasilkan digunakan untuk upacara adat, untuk ke pesta, atau pun untuk pakaian sehari-hari. Keterampilan membuat tenun perlu dilestarikan, mengingat pada saat ini semakin sedikit wanita Bira yang pandai menenun, khususnya pada generasi mudanya. Salah satu upaya untuk melestarikan pembuatan tenun adalah dengan menjadikan pembuatan tenun sebagai atraksi wisata. Selain itu, penggunaan tenun perlu direvitalisasi dengan desain-desain yang menarik, sehingga lebih luas penggunaannya di masyarakat.